Pengertian Budaya
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai
pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian
kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola
pikir manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang
berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada
pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia
Beberapa pengertian kebudayaan berbeda dengan pengertian di atas, yaitu:
- Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
- Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
- Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.
Pengertian Sastra
Kesusasteraan pada
lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan
juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan sehari-harian, kedua bentuk
kesusasteraan sememangnya tidak terpisah dari pada kita. Misalnya, kita akan
mendengar musik yang mengandungi lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita
sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga
merupakan kesusasteraan.
2. Bentuk-bentuk
kesusasteraan.
Kesusasteraan dapat dilahirkan dalam berbagai bentuk
bahasa. Dan secara kasarnya ia boleh dikategorikan kepada dua kategori yang
besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni:
·
Prosa : merujuk kepada hasil kesusteraan yang ditulis dalam ayat-ayat
biasa, yakni dengan menggunakan tatabahasa mudah. Biasanya ayat-ayat dalam
kesusasteraan akan disusun dalam bentuk karangan. Prosa adalah satu bentuk
kesusasteraan yang lebih mudah difahami berbanding dengan puisi. Contoh bagi
kesusasteraan prosa ialah: cerpen, novel,skrip drama,essei dan sebagainya.
·
Puisi : merujuk kepada hasil kesusasteraan yang ditulis dengan "tidak
menuruti tatabahasa". Ia sebenarnya tidak terdiri daripada ayat-ayat yang
lengkap, melainkan terdiri daripada frasa-frasa yang disusun dalam bentuk
baris-barisan. Pada lazimnya, puisi merupakan bahasa yang berirama dan apabila
dibaca pembaca akan berasa rentaknya. Contoh bagi kesuasteraan puisi
termasuklah: Sajak, Syair, Pantun, Gurindam, Lirik, Seloka, Mantera dan
sebagainya. Ilmu Budaya dalam Kesusteraan merupakan perpaduan unsur seni
kebudayaan dengan kehidupan manusia, dimana dalam proses kehidupannya manusia
sering kali melakukan sesuatu.
Selain memiliki hubungan dengan bahasa, budaya juga memiliki hubungan
dengan prosa. Prosa, yang termasuk dalam sastra, terkadang
disebut-sebut sebagai narrative fiction, prose fiction, atau hanya
fiction saja. Dalam bahasa Indonesia, sering diterjemahkan menjadi
cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita atau prosa
kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwa dan alur yang
dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan
umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan, kita mengenal prosa lama dan baru, yakni:
- Contoh-contoh prosa lama:
a. Dongeng
b. Hikayat
c. Sejarah
d. Epos
Cerita pelipur lara
- Prosa baru meliputi:
a. Cerita pendek
b. Roman
c. Biografi
d. Kisah
e. Otobiografi
Dalam keberadaanya, prosa memiliki beberapa nilai-niali yang dapat diperoleh, yakni:
- Prosa fiksi dapat memberikan kesenangan atau memberikan
hiburan bagi pembacanya, dapat mengembangkan imajinasi dalam mengenal
karakter tokoh ataupun daerah
- Prosa fiksi dapat memberikan informasi yang belum tentu terdapat pada ensiklopedia.
- Prosa fiksi memberikan nilai-nilai kultural atau kebudayaan
Berdasarkan informasi-informasi yang ada, budaya dengan sastra adalah
hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena memiliki
ketergantungan satu sama lain. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa
bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang
terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam bahasa. Sebaliknya,
ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh kebudayaan
dan cara berpikir manusia atau penutur bahasa. Masinambouw mengatakan
bahwa bahasa (sastra) dan kebudayaan merupakan dua system yang melekat
pada manusia. Jika kebudayaan adalah system yang mengatur interaksi
manusia di dalam masyarakat, maka bahasa (sastra) adalah suatu system
yang berfungsi sebagai sarana berlangsunganya suatu interaksi.
Reff :
- http://www.referensimakalah.com/2012/11/pengertian-budaya-dan-kebudayaan.html
- http://nindy91.wordpress.com/2010/10/28/hubungan-budaya-dan-sastra/
- http://bloginnasyifazahrah.blogspot.com/2013/09/hubungan-sastra-dan-budaya.html