Hakekat Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. Namun sejak awal
kehidupannya dia sudah membutuhkan bantuan orang lain dalam proses
kelahirannya. Manusia memiliki naluri untuk selalu hidup dengan orang
lain. Manusia apabila dibandingkan dengan makhluk-makhluk hidup lainnya,
seperti hewan, maka dia tidak akan dapat hidup sendiri karena manusia
tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat
hidup sendiri, misalnya kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan
sendiri pada Harimau,. Manusia tanpa manusia pasti akan mati. Hal inilah
yang mendasari bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Seperti yang
telah kita ketahui, manusia pertama yang ada di bumi yaitu Adam telah
ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia lain yaitu istrinya yang
bernama Hawa.
Dari segi inilah dapat dikatakan manusia tidak dapat hidup sendiri.
Setiap individu pasti membutuhkan individu yang lain dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup sebagai upaya adaptasi dan pemanfaatan
lingkungan. Macam-macam kebutuhan hidup antara lain: kebutuhan biologis,
kebutuhan sosial manusia, dan kebutuhan psikologis. Untuk memenuhi
berbagai macam kebutuhan hidupnya maka terciptalah kelompok-kelompok
sosial (social group) di dalam kehidupan manusia ini, karena manusia tak
mungkin hidup sendiri. Kelompok sosial akan mengalami perkembangan dan
perubahan.
Menurut kodratnya manusia
adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan
yang berupa akal dan pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama
dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu
menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia
akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.
Tanpa bantuan manusia
lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang
lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa
mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Manusia dikatakan makhluk sosial karena :
Manusia dikatakan makhluk sosial karena :
- Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
- Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
- Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
- Potensi manusia akan berkembang bila manusia hidup ditengah-tengah manusia
Hakekat Manusia sebagai Makhluk Budaya
Manusia sebagai makhluk berbudaya tidak lain
adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk
menciptakan kebahagiaan. Karena yang membahagiakan hidup manusia itu
hakekatnya adalah sesuatu yang baik, benar, dan adil, maka hanya
manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran, dan
keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar “Manusia Berbudaya”.
- Kebudayaan itu hanya dimiliki oleh umat manusia.
- Kebudayaan itu tidak diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses belajar.
- kebudayaan itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Perwujudan di Masyarakat Sebagai Makhluk yang Berbudaya.
Menurut JJ. Hogman dalam bukunya “The
World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu: ideas, activities, dan
artifacts. Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologi”
menggolongkan wujud budaya menjadi:
·
Sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya
·
Sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan
berpola dari manusia dalam masyarakat
·
Sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Berdasarkan bentuknya, budaya dapat dibagi menjadi 2 yaitu budaya yang
bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret atau nyata:
- Budaya yang bersifat abstrak adalah budaya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata karena bearada dalam pemikiran manusia. Contohnya yaitu ide, gagasan, cita-cita dan lain sebagainya.
- Budaya yang bersifat konkret adalah budaya yang berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasa dan materi.
Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam
situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti
pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
Bahasa
Bahasa adalah
sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap
dengan telinga (auditory). Ada pula yang berpendapat bahwa bahasa adalah
suatu perjanjian tidak tertulis yang telah kita tandatangani dan berlaku seumur
hidup. Dengan bahasa, manusia dapat berkomunikasi satu sama lain sehingga
manusia dapat saling bertukar pikiran sehingga hasil dari pertukaran tersebut
adalah budaya yang semakin kaya dan kebudayaan yang berkembang dan semakin maju
seiring dengan perkembangan zaman.
Materi
Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan
manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat-alat rumah
tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.
Substansi utama budaya adalah sistem
pengetahuan, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan. Tiga
unsur yang terpenting adalah sistem pengetahuan, nilai, dan pandangan hidup.
Ref ::
Ref ::
http://aan1794.wordpress.com/2012/10/08/individu-sosial-dan-budaya/
http://lelyumiasih.blogspot.com/2012/06/manusia-sebagai-makhluk-berbudaya.html